DDPI Kaltim dan WWF Diskusi Ekonomi Hijau

Jumat, 19 September 2014

KALTIM POST. BALIKPAPAN – Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim dan World Wildlife Fund (WWF) menggelar forum diskusi untuk merealisasikan program Ekonomi Hijau di Kaltim. Kegiatan berlangsung di Hotel Novotel, Jalan Brigjend Ery Suparjan, mulai kemarin hingga hari ini. Diskusi tersebut diharapkan meningkatkan inisiatif semua pihak untuk concern dalam upaya pelestarian lingkungan.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Kaltim merupakan provinsi yang berhasil dalam pembangunan ekonomi. “Namun di sisi lain, industri di Kaltim juga memproduksi emisi gas rumah kaca terbesar keempat di Indonesia,” ujarnya.
Yaitu 150.566.160 ton CO2 per tahun, terutama berasal dari sektor ekonomi berbasis lahan. Sementara emisi perusakan hutan saja sebesar 69.988.875 ton CO2 per tahun. Dalam diskusi tersebut dibahas perencanaan ekonomi hijau dan  Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation+ (REDD+) bersama dengan Norwegian International Climate and Forest Initiative selaku mitra kerja dalam program ini.
Program Ekonomi Hijau dan REDD+ merupakan upaya Pemprov Kaltim untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan perubahan iklim di tengah padatnya pembangunan infrastruktur dan industri. Salah satu caranya dengan program-program pengurangan emisi karbon.
Kaltim diketahui telah mencanangkan program Kaltim Hijau pada 2010, yang merupakan program pembangunan daerah berwawasan lingkungan. Nantinya, dibahas mengenai pengelolaan tata ruang di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Ketua Harian DDPI Kaltim Daddy Ruhiyat dalam konferensi pers mengatakan, Ekonomi Hijau dan REDD+ harus dianggap sebagai momentum dalam meningkatkan tata kelola hutan dan lahan yang terarah. Ini demi mewujudkan Kalimantan Timur sebagai green province.
Sementara Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik mengaku belum memberikan bantuan dalam bentuk dana namun baru berupa barang. Ini baru tahap awal untuk berdiskusi dan melihat langsung apa yang sudah dilakukan Kaltim.
“Ini kunjungan pertama ke Kaltim namun kami melihat Pemprov Kaltim dan pemangku kepentingan begitu antusias dalam mencari penerapan pembangunan yang rendah emisi berdasarkan potensi sumber daya, karakter ekonomi dan keragaman hayati di Kaltim,” pujinya. (*/rsh/tom/k8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s