Dekan IPB: Pemerintah Salah Urus Pertanian

Kamis, 18 September 2014

BOGOR (Pos Kota) – Alih fungsi lahan pertanian harus segera dicegah. Pemerintah harus memiliki regulasi untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian guna menghasilkan pangan bagi masyarakat.

Sawah Karawang-n

Pemerintah juga seharusnya menjamin adanya aturan yang dijalankan dengan konsisten. Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Pertanian Insitut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiandi saat menghadiri Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) di IPB Kampus Baranangsiang.

Ernan menduga alih fungsi sawah bisa lebih besar daripada 110.000 hektar setiap tahunnya.
Menurutnya data Kementerian Pertanian, sawah di Indonesia seluas 8,1 juta hektar. Itu terdiri atas 5,5 juta hektar sawah irigasi dan 2,6 juta hektar sawah non irigasi.

Luas sawah masih lebih kecil daripada hamparan kebun kelapa sawit yang mencapai 9 juta hektar.
“Dari jumlah yang ada, jelas masalah pangan tidak di perhatikan pemerintah,” ujar Ernan.

Padahal lanjut Ernan, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengharuskan pemerintah mewujudkan Indonesia mencapai kondisi kedaulatan pangan.

“Sangat tidak masuk akal, kalau Indonesia tidak mandiri dalam mengurus pangan,”paparnya.
Alasan bangsa yang subur dan kaya raya ini tidak mampu mandiri dalam hal pangan, karena pemerintah tidak punya komitmen kuat.

Patut diingat, produktivitas sawah di Indonesia sebenarnya terbaik. Saat ini, per hektar sawah rata-rata menghasilkan 5 ton gabah kering giling.

Sawah bisa ditanami 2-3 kali dalam setahun. Dengan demikian, sehektar sawah bisa menghasilkan 10-15 ton GKG per tahun.

Produktivitas sawah di Thailand, menurut catatan Ernan, 2,8 ton per hektar.  “Di Jepang dan Tiongkok, produktivitasnya 7-8 ton per hektar tetapi sawah hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun,” katanya memberi pembanding.

Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Haryono menuturkan, produksi GKG pada 2013 mencapai 71,28 juta ton. Namun, itu belum mampu membawa negara dalam kondisi swasembada beras.

Pada tahun 2045, penduduk Indonesia diperkirakan menjadi 350 juta jiwa atau tambah 100 juta jiwa dari kondisi saat ini yang 250 juta jiwa.

“Ini mengkhawatirkan. Saat ini ketersediaan lahan pangan di Indonesia, terkecil di antara negara-negara utama penghasil produk pertanian seperti, Argentina, Brasil, Amerika Serikat, Kanada, Bangladesh, India, Tiongkok, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Australia,” ungkapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s