ESDM Akan Bangun Pembangkit Listrik dari Limbah Sawit di Papua

Rabu, 17 September 2014

Berita Satu. Rokan Hulu – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun proyek percontohan pemanfaatan limbah cair sawit untuk pembangkit listrik pedesaan di wilayah Papua.

Proyek ini merupakan program listrik pedesaan berbasis energi baru terbarukan.

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pemanfaatan limbah cair sawit untuk pembangkit listrik bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. “Kami sekarang sedang melihat ke Papua. Saat ini masih studi kelayakan. Apabila hasilnya layak maka akan dibangun,” kata Dadan di Rokan Hulu, Rabu (17/09).

Dadan menuturkan sebanyak 12 perusahaan kelapa sawit telah mengolah limbah tersebut untuk dijadikan energi listrik. Hanya saja, daya listrik tersebut dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara PLN (persero) atau digunakan untuk kepentingan perusahaan sawit.

Dia mengatakan, proyek limbah sawit untuk listrik pedesaan, pertama kali diterapkan di Rokan Hulu, Riau. Proyek berkapasitas 1 Megawatt (MW) itu telah diresmikan Kementerian ESDM dan diserahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Desa pada 16 September kemarin. “Sudah ada 12 perusahaan sawit di Kalimantan dan Sumatera. Tapi belum ada yang digunakan untuk pedesaan,” ujarnya.

Dikatakannya, model ideal pembangunan proyek listrik pedesaan telah diterapkan di Rokan Hulu. Pasalnya, pembangunan proyek itu melibatkan sejumlah pihak antara lain Kementerian ESDM yang membangun pembangkit listrik, pemerintah kabupaten Rokan Hulu yang membebaskan lahan dan membangun jaringan listrik, serta perusahaan sawit PT Arya Rama Prakarsa menyediakan limbah sawit. “Kami harapkan model kerja sama seperti ini bisa terjalin di tempat lain,” ujarnya.

Indonesia memiliki luas kebun sawit terbesar di dunia mencapai 9,27 juta hektar (ha) atau melebihi luas sawah sekitar 8,03 juta jektar. Industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair yang disebut palm oil mill effluent (POME). Limbah itu kaya akan senyawa organik yang juga melepaskan gas metana dalam jumlah besar ke atmosfer. Hal itu bisa mengakibatkan pemanasan global setara 21 x gas karbondioksida sehingga limbah cair ini harus diolah dulu sebelum dibuang ke lingkungan.

POME diolah dalam Anaerobic Baffled Reactor yaitu bak raksasa yang tertutup oleh Geomembran HDPE sehingga gas metana yang dikeluarkan akan terperangkap. Gas ini kemudian dialirkan untuk diolah dan dimurnikan sehingga menjadi bahan bakar mesin pembangkit listrik.

Untuk menghasilkan daya 1 MW diperlukan 45 ton tandan buah segar (TBS) per hari untuk diolah. Listrik sebesar I MW itu mampu memenuhi kebutuhan 1.055 kepala keluarga. Pasokan listrik dari gas engine dihubungkan melalui jaringan transmisi dan distribusi hingga ke rumah tiap warga desa. Listrik yang dihasilkan dari biogas lebih murah dibandingkan dengan teknologi berbasis BBM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s