Kalimantan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Kamis, 18 September 2014

OKEZONE.COM. BALIKPAPAN- Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Provinsi Kaltim dan WWF Indonesia menggelar pertemuan inisiatif dalam rangka mewujudkan ekonomi hijau di Kalimantan Timur.

Ketua Harian DDPI Kaltim, Daddy Ruhiyat, mengatakan pembangunan ekonomi hijau dan REDD plus harus jadikan momentum dalam meningkatkan tata kelola hutan dan lahan yang terarah demi terwujudnya Kaltim sebagai provinsi hijau.

“Dalam Implementasi ekonomi hijau, penurunan gas karbon dan efek rumah kaca menjadi sesuatu yang sangat penting,” Kata Daddy, Kamis (18/9/2014).

PMenurut Pj Sekprov Kaltim Rusmadi kaltim untuk mewujudkan visi Kaltim 2030 sebagai provinsi yang mampu membangun pertubuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan, sehat dan terjaga.

Menurutnya, untuk mewujudkan itu dibutuhkan langkah penting. Pertama berupaya menurunkan emisi dan karbon dalam kegiatan ekonomi dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti bidang pertanian, kehutanan,perkebunan, migas, batubara.

“Kedua, kita juga melakukan terobosan dengan mengali sektor ekonomi yang mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun rendah hasilkan emisi gas karbon. Kita kembangkan komoditi-komoditi unggulan yang terbarukan sehingga dibutuhkan pembangunan infrastruktur,” jelas Pj Sekprov Kaltim Rusmadi (18/9).

Karena itu pemprov juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari kerajaan Norwegia untuk mewujudkan Kaltim hijau dimasa yang akan datang.

Pj Bupati Mahakam Ulu MS Ruslan mengatakan pihak akan komit untuk membangun Mahakam ulu menjadi kabupaten hijau. karena itu dalam penyusunan RTRW pembangunan Mahakam Ulu akan bermitra dengan WWF. Kabupaten Mahakam Ulu yang baru berdiri selama 16 bulan ini, memiliki wilayah  sebanyak 85 persen tutupan hutan masih terjaga.

“Masyarakat Dayak menilai hutan sebagai napas/jiwa kehidupan mereka. Penyusunan tata ruang Mahakam Ulu langkah awal untuk pembangunan daerahnya yang berwawasan lingkungan,” ucapnya, dalam penjelasan.

“Ini juga akan diterapkan pembangunan kompleks perkantoran. Kalau wilayah lain ada hutan kota tapi di sini, kota masuk hutan. Pohon-pohon besar akan dipertahankan,” sambungnya.

Hadir pada kegiatan itu Duta besar Norwegia, Stig Traavik, PJ Sekprov Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim, CEO WWF Efransyah, Kepala DDPI Kaltim, Daddy Ruhiyat, PJ Bupati Mahakam Ulu MS Ruslan dan Wakil Bupati Kubar, Didik Effendi. Pertemuan berlangsung Kamis ini(18/9) selama dua hari hingga Jumat ini di hotel Novotel, Balikpapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s