PT Adaro Sepakati Renegosiasi Kontak Tambang

Sabtu, 20 September 2014

INILAHCOM, Jakarta – PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO), salah satu perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) telah menyepakati renegosiasi melalui nota kesepahaman amandemen kontrak.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar mengatakan nota kesapahaman dilakukan pada 18 September 2014. “Adaro sudah sepakati renegosasi. Kamis kemarin tandatangan nota kesapahamannya,” kata Sukhyar di Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Diketahui Adaro merupakan perusahaan tambang pemegang PKP2B generasi pertama. Sejak pembahasan renegosiasi dengan perusahaan nasional ini ada sejumlah poin dari enam item renegosiasi yang dibahas cukup alot.

Dari enam poin tersebut, ada dua item yang cukup memakan waktu. Hal ini antara lain penciutan luas wilayah konsesi tambang dan perubahan mekanisme izin usaha menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Adaro mendapatkan kontrak PKP2B sejak 1982, dan baru melakukan produksi secara komersial pada 1992. Kontrak tersebut akan berakhir pada 2022. Luas areal tambang Adaro mencapai 34.940 hektar yang berada di Kalimantan Selatan.

“Adaro bersedia mengembalikan 6.000 hektar,” kata Sukhyar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s