Dua Perusahaan Batu Bara Grup Bakrie Sepakati Renegosiasi Kontrak Tambang

 Selasa, 23 September 2014

Berita Satu. Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia yang merupakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik keluarga Bakrie telah menyepakati renegosiasi kontrak pertambangan.

Keduanya merupakan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) generasi pertama.

“Dua PKP2B generasi pertama yakni KPC dan Arutmin telah menyepakati renegosiasi,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (23/9).

Dia mengatakan, kesepakatan itu kemudian dituang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) amandemen kontrak pertambangan. “KPC dan Arutmin sudah sepakat renegosiasi. Hari ini tandatangan MoU-nya,” kata dia.

Dia mengatakan, proses renegosiasi terus dilakukan dan ditargetkan selesai semua pada September ini.

Sementara itu, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Tjahjono Setiabudi menambahkan, luas wilayah KPC berkurang dari 90.938 hektare menjadi 84.938 hektar. Sedangkan luas wilayah Arutmin dari 58.898,24 hektar menjadi 55.573,37 hektare. “Luas wilayah KPC berkurang 6.000 hektare dan Arutmin sekitar 3.324,87 hektare,” ujarnya.

Penandatanganan MoU itu menambah jumlah PKP2B yang sudah menandatangani hal serupa sebelumnya yakni sebanyak 51 PKP2B. Dari 73 pemegang PKP2B hanya tersisa 20 PKP2B yang masih dalam tahap finalisasi renegosiasi kontrak pertambangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s