Ekonomi Kaltim Masih Lesu

Rabu, 24 September 2014

KALTIM POST. SAMARINDA – Ekonomi Kaltim menunjukkan tren negatif sejak dua tahun terakhir, dengan titik terendah pada 2013 lalu. Dipicu masih lesunya harga beberapa komoditas ekspor utama, seperti minyak dan gas bumi (migas) dan batu bara, kinerja moneter tahun ini pun diyakini hanya tumbuh tak lebih dari 2,3 persen.
Acuan tersebut tertera dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim. Sekadar informasi, pada triwulan pertama dan kedua tahun ini, ekonomi Kaltim hanya tumbuh terbatas, masing-masing pada angka 2,69 dan 1,89 persen. Ditambah dua kuartal sisa, perekonomian di Bumi Etam diprediksi hanya tumbuh antara 1,8-2,3 persen.
“Itu adalah angka total, tanpa melibatkan migas yang merupakan pemicu utama perlambatan selain batu bara. Tanpa migas, tahun ini, perekonomian Kaltim diprediksi akan tumbuh 1-5,6 persen, lebih baik dari tahun lalu yang hanya 5,17 persen,” ucap Kepala KPw-BI Kaltim Ameriza M Moesa.
Sebagai tambahan, dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, angka pertumbuhan ekonomi Kaltim sebenarnya tumbuh lebih besar tanpa migas dan batu bara, mencapai 7,07 persen pada semester pertama 2014. Namun, share-nya masih terlampau kecil, yakni hanya Rp 90,5 triliun dari 221,1 triliun nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada periode tersebut.
Sebagai pembanding, meski masih terbilang rendah, proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8-2,3 persen untuk tahun ini sebenarnya sudah lebih baik dibanding 2013 lalu yang hanya tercatat 1,59 persen. Sebagai informasi, angka pertumbuhan tersebut merupakan yang terendah di antara seluruh provinsi se-Indonesia.
BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2012 tercatat 3,98 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4,09 persen. Meski melambat, kinerja produksi pada komoditas selain batu bara dan migas justru tercatat 10,14 persen, lebih tinggi dari catatan 2011 yang hanya 8,77 persen.
Namun, capaian di seluruh sektor kembali merosot pada tahun lalu. Baik dengan ataupun tanpa migas dan batu bara, ekonomi Kaltim tumbuh lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya.
“Tahun ini, kami memprediksi membaik. Pada sisi permintaan, pertumbuhan signifikan akan terjadi pada Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba (17,2-17,7 persen). Sedangkan dari sisi penawaran, pertumbuhan tertinggi bakal dicatatkan jasa keuangan dan persewaan. Sementara pertambangan dan industri pengolahan yang dihuni migas dan batu bara, diyakini sudah tumbuh positif, meski angkanya relatif lebih kecil,” ulas pria berkacamata itu.
Terpisah, Akademisi Ekonomi Makro Universitas Mulawarman, Eny Rochaida menjelaskan, tren negatif itu terjadi karena Kaltim hanya mengandalkan sektor tertentu. Dia menyebut, harus ada transformasi perekonomian yang merujuk pada sumber daya alam (SDA) terbarukan, yang diikuti peningkatan industrialisasinya.
“Jadi bukan hanya mengandalkan langsung ekstraktifnya, tapi ada industri hilirnya lagi,” jelas dosen Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman.
Mengenai rencana pemerintah mengembangkan pertanian sebagai motor utama ekonomi pengganti, Eny pun mempertanyakan. Sektor tersebut, disebutnya masih bergantung pada kinerja komoditas kelapa sawit.
“Itu membuat subsektor lain di pertanian tidak nampak sumbangsihnya. Apabila terjadi penurunan permintaan CPO, maka sektor pertanian Kaltim langsung anjlok,” ulasnya.
Meski begitu, dosen bergelar profesor itu mengapresiasi langkah pemprov dalam meningkatkan potensi pertanian di Kaltim. Dia menilai, upaya tersebut hanya lemah dari sisi antisipasi.
“Dari segi perencanaan, pemprov sudah maksimal mengakomodasi semua sektor ekonomi, termasuk pertanian. Tapi, antisipasi terhadap kegagalan perencanaan itu yang nampaknya belum maksimal. Padahal itu penting, agar pertumbuhan ekonomi bergerak positif, atau minimal konstan,” pungkas dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s