SBY Jamin Industri Kelapa Sawit Nasional Tidak Merusak Lingkungan

 Kamis, 25 September 2014

Berita Satu. New York, AS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjamin bahwa industri kelapa sawit nasional tidak merusak lingkungan.

Di hadapan para pebisnis Amerika Serikat dan Indonesia, Kepala Negara mengungkapkan bahwa industri kelapa sawit memainkan peran signifikan bagi pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Ekonomi dapat tumbuh tanpa harus merusak lingkungan dan ekosistem di sekitarnya,” kata Kepala Negara saat menjadi pembicara kunci pada acara makan malam bertajuk “Sustainable Indonesia” di Ballroom Hotel Park Hyatt New York, Amerika Serikat, pada Rabu (24/9) malam atau Kamis (25/9) pagi WIB.

Seperti dilaporkan Wartawan Investor Daily, Novy Lumanauw dari New York, acara “Sustainable Indonesia” diprakarsai Kadin bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi beserta industri kelapa sawit, di antaranya Cargill, Golden Agri-Resources (GAR), dan Wilmar Plantation.

Rangkaian kegiatan yang digelar, di antaranya, Bisnis Forum, Working Dinner, dan Pengesahan New York Declaration on Forests, dan penandatanganan Palm Oil Pledge, yang dihadiri para wakil masyarakat sipil, pelaku bisnis, dan pejabat pemerintah Indonesia maupun AS.

Presiden mengatakan, Indonesia sebagai negara agraris yang juga produsen kelapa sawit terbesar di dunia, sejak tahun 2006 telah membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat terwujud tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan. Dia mencontohkan, industri kelapa sawit yang selama ini dituding sebagai perusak lingkungan ternyata tidak terbukti.

Pada kesempatan itu, Presiden secara khusus memberikan ucapan selamat kepada sejumlah pimpinan perusahaan yang menjadi bagian dari New York Declaration on Forests and Sustainable Palm Oil Pledge (Deklarasi New York tentang Pengelolaan Hutan dan Kepala Sawit Secara Berkelanjutan)

“Saya bergembira menjadi saksi bagi pernyataan komitmen perusahaan-perusahaan terkemuka Indonesia dalam hal pengelolaan hutan lestari dengan menjalankan komitmen baru. Apa yang disampaikan itu menegaskan kembali atas dukungan kalangan industri sawit nasional bagi praktik-praktik produksi secara berkelanjutan,” kata SBY.

Menurut SBY, selama ini industri kelapa sawit nasional berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi nasional. Selain menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan, sektor ini juga turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan di perdesaan.

Di sisi lain, dia juga mengakui bahwa selama ini terdapat lima isu krusial yang mengganjal ruang gerak industri kelapa sawit.

Selain masalah harga, terdapat hambatan perdagangan (trade barriers), isu lingkungan, dan kesalahpahaman atas tumbuhan sawit yang dianggap merusak lingkungan.

“Indonesia bisa menjamin bahwa sawit itu tidak merusak lingkungan. Sebetulnya banyak perusahaan yang menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility,” kata Presiden.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s