Tiga Kontainer Kayu Jati Illegal Ditangkap

Sabtu, 27 September 2014

JPNN. KENDARI – Jajaran Polsek Pelabuhan Kendari sukses menggagalkan upaya penyelundupan kayu jati dalam jumlah besar dari Konawe Selatan yang diduga akan dikapalkan ke Jepara, Jawa Tengah.

Tiga kontainer kayu itu diduga tak memiliki dokumen sah, alias palsu karena diterbitkan oleh pejabat yang tak dikenal. Penangkapan itu dilakukan dua hari lalu, di Pelabuhan Kendari.

Informasi yang dikumpulkan Kendari Pos (JPNN Grup), menyebutkan, sebelum penangkapan, pihak Polsek KP3 menerima kabar adanya pergerakan angkutan bermuatan kayu dari Konsel menunu Kendari. Kabar yang diterima Bripka Uyul, Kanit KP3 Kendari itu ditindaklanjuti dengan mengecek kebenarannya.

“Setelah di pelabuhan, anggota mengecek kebenarannya, surat-suratnya ada tetapi dokumennya semua diduga palsu. Barang buktinya kemudian kita amankan,” jelas Kepala Satuan Pengamanan dan Penjagaan Pelabuhan (KP3), Iptu Djafir Oda yang ditemui di lokasi kontainer, kemarin.

Dilanjutkan bahwa dari dokumen kayu yang dimiliki oleh pemilik atas nama Turi Sanjaya diterbitkan oleh Dishut Konawe, atas nama Abdul Ghafur. Namun setelah dilakukan kroscek di dinas yang dimaksud, ternyata nama yang menerbitkan izin tersebut tidak didapatkan. Sehingga dokumen kayu tersebut dipastikan palsu.

Dari hasil penggagalan sebanyak tiga kontainer bertuliskan SRIL ditaksir dengan jenis kayu jati didalamnya mencapai 1000 batang dengan berbagai ukuran. Masing-masing setiap satu kontainer bersikan sekitar 373 batang. “Kurang lebih 1000 dari tiga kontainer ini. Semuanya jenis kayu jati,” jelasnya.

Sejauh ini KP3 belum memastikan kayu berdokumen palsu tersebut diambil dari hutan mana. Entah kawasan hutan lindung atau hutan tanaman industri (HTI). Tetapi mantan Kanit Lakalantas Polresta Kendari itu mengatakan kayu tersebut berasal dari Kabupaten Konawe Selatan. “Asal kayunya itu sementara kita lakukan lidik,” katanya.

Sedangkan untuk pemilik kayu atas nama Turi Sanjaya telah diamankan oleh KP3 Kendari dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penetapan tersangka yang bersangkutan ternyata tidak dirangkaikan dengan penahanan kepada yang bersangkutan. Alasannya, pihaknya masih sementara masih akan melakukan pemeriksaan saksi.

Sejauh ini KP3 baru memeriksa sebanyak dua orang saksi dari Kepala Desa yakni Desa Makaleleo dan Meraka Kabupaten Konawe. “Sesuai dengan dokumennya pemilik kayunya bernama Turi Sanjaya. Kita kenakan dia wajib lapor,” katanya.

Apakah ada keterlibatan oknum dalam memperlancar aksi Turi Sanjaya-Djafir Oda memastikan belum ada keterlibatan oknum. Dia menambahkan tersangka sendiri dijerat dengan pasal 88 ayat 1 huruf b dan c serta pasal 14 huruf b dan c Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan dengan ancaman pidana selama 5 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s