LPPM IPB Kaji KBKT RAPP

27 Januari 2015

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kajian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) PT RAPP. Ini dilakukan untuk melihat potensi kawasan konservasi yang dapat dikembangkan dalam pelestarian lingkungan.

Hasil kajian sementara yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Dr Ir Machmud Tochari DEA, menemukan delapan wilayah di Unit Manajemen PT RAPP yang menjadi objek kajian memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Kedelapan wilayah tersebut di antaranya, Baserah, Cerenti, Langgam, Logas, Mandau, Pelalawan, Teso dan Ukui.

‘’Kajian yang kami lakukan ini dilakukan pada areal kerja hutan tanaman PT RAPP untuk menemukan KBKT. Dari ke delapan wilayah unit manajemen, Pelalawan memiliki total luas KBKT yang paling besar diantara tujuh wilayah lain,’’ kata Tochari di dalam acara Konsultasi Publik II mengenai draft hasil kajian KBKT di Hotel Premiere, Pekanbaru, Senin (26/1).

Ia menilai, LPPM IPB menjadi lembaga independen yang ditunjuk PT RAPP untuk melakukan kajian mengenai kebijakan hutan yang berkelanjutan atau lestari. Di mana sebelumnya kajian ini direkomendasikan oleh Stakeholder Advisory Comittee (SAC) pada Oktober 2014.

Tochari menyebutkan, aspek yang menjadi ruang lingkup dari kajian ini meliputi bentang alam dan landscape wilayah setempat, keanekaragaman hayati yang mengandung flora fauna dan ekosistem. Selain itu aspek jasa lingkungan untuk melihat sejauh mana jasa yang diberikan lingkungan bagi masyarakat yang harus diberikan, sosial ekonomi budaya-ruang untuk kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan.

Direktur Sustainability PT RAPP Petrus Gunarso, mengungkapkan kajian KBKT yang dilakukan LPPM IPB ini merupakan upaya tambahan yang sukarela dilakukan oleh PT RAPP. Ini bertujuan untuk menambah kawasan konservasi di luar peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

‘’Apa yang dilakukan sekarang merupakan upaya sukarela untuk menambah wilayah konservasi atas permintaan internasional dan nasional. Komitmen menetapkan wilayah produksi dan konservasi ini merupakan komitmen sukarela tambahan di atas peraturan pemerintah yang berjalan,’’ ujar Petrus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s